Instalasi Debian ARM64 di Raspberry Pi 3 dengan UEFI
Panduan ini menunjukkan cara menginstal Debian ARM64 “vanilla” (bukan Raspbian atau Armbian) pada Raspberry Pi 3 dengan mode UEFI. Anda akan mendapatkan menu GRUB UEFI yang memungkinkan pengaturan opsi saat boot.
Persyaratan
- Hardware: Micro SD 16 GB atau lebih; Raspberry Pi 3 Model B/B+; power supply yang memadai.
- Software: Debian ARM64 net install ISO (download di sini); Raspberry Pi 3 UEFI firmware & bootloader (download di sini).
- (Opsional) Non-free WLAN firmware untuk WiFi.
Persiapan SD Card
- Partisi SD sebagai MBR, buat partisi pertama 300 MB dengan tipe 0x0e (FAT16 LBA).
- Set partisi sebagai active/bootable.
- Format partisi sebagai FAT16.
- Ekstrak firmware UEFI Raspberry Pi dan file Debian ISO ke root partisi FAT.
- Masukkan SD ke Pi 3 dan nyalakan. Pastikan media lain tidak terpasang.
Booting Awal
Jika benar, Anda akan melihat layar boot multicolor, kemudian logo Pi hitam-putih, dan akhirnya menu GRUB UEFI. Pilih Install untuk memulai instalasi Debian.
Debian Installer
- Pilih bahasa, negara, dan keyboard.
- Pada deteksi CD-ROM, pilih No untuk "Load CD-ROM drivers from removable media" dan Yes pada "Manually select CD-ROM module".
- Masukkan:
untuk device file CD-ROM.-t vfat -o rw /dev/mmcblk0p1 - Jika menggunakan WiFi, pilih Yes untuk load firmware dari removable media.
- Atur jaringan, hostname, user/password.
- Pada partisi, pilih manual dan buat:
- ESP: 300 MB FAT16 (bootable)
- Swap: 1 GB
- Root: sisa SD, ext4
- Abaikan pesan apt-configuration problem saat netinstall.
- Pilih mirror jaringan terdekat dan software tambahan (minimal SSH server).
- Pasang GRUB, lalu reboot jika instalasi selesai.
Perbaikan Pasca Instalasi
- Hapus cdrom0 dari /etc/fstab jika muncul.
- Jika menggunakan CUPS dan terjadi error modules-load, hapus
/etc/modules-load.d/cups-filters.confdan reboot. - Aktifkan serial console (UEFI >= v1.6) dengan edit /etc/default/grub:
lalu jalankanGRUB_CMDLINE_LINUX="console=ttyS0,115200" GRUB_TERMINAL=serial GRUB_SERIAL_COMMAND="serial --unit=0 --speed=115200 --stop=1"update-grub.
Appendix A: Membuat dan Memformat Partisi SD
Windows: Gunakan DISKPART. Contoh:
diskpart
list disk
select disk X
clean
convert mbr
create partition primary size=300
active
format fs=fat quick
exit
Linux: Gunakan fdisk dan mkfs:
fdisk /dev/sdX
n (create primary 300M)
t (type 0x0e)
a (bootable)
w
mkfs.vfat -F 16 /dev/sdX1
Appendix B: Mengapa -t vfat -o rw /dev/mmcblk0p1
Debian installer menggunakan mount command internal. Parameter ini memastikan partisi FAT16 bisa dipasang dan digunakan sebagai ESP, termasuk untuk firmware WLAN.
Appendix C: Memperbaiki Partisi yang Salah
Jika partisi pertama tidak terlihat sebagai ESP, gunakan chroot untuk mengubah tipe ke 0x0e sebelum reboot.
Appendix D: Instalasi dari USB ke SD
- Disarankan tetap menggunakan satu SD card karena lebih aman.
- Jika menggunakan USB, pastikan:
- Partisi SD tetap MBR, tipe 0x0e
- Salin semua bootloader file ke SD
- Buat efi/boot/bootaa64.efi untuk boot otomatis
Label: ARM64, Debian, installation, linux, Pi3, raspberry_pi, UEFI
<< Beranda