Minggu, 27 Oktober 2013

Virtual Store di Windows 7 & HyperTerminal

Mulai sejak Windows Vista (dan lanjut di Windows 7), Microsoft bikin aturan baru: aplikasi biasa gak bisa lagi nulis langsung ke folder sistem kayak C:\Windows atau C:\Program Files kecuali dijalankan sebagai admin. Ide dasarnya bagus sih, buat keamanan.

Tapi masalah muncul buat program lama yang (jaman XP) hobi nyimpen file konfigurasi langsung di folder instalasi. Nah, buat kompatibilitas, Microsoft bikin mekanisme bernama Virtual Store.

Lokasi Virtual Store

Semua file yang coba ditulis aplikasi ke folder terproteksi, diam-diam bakal dialihkan ke:

C:\Users\<username>\AppData\Local\VirtualStore\

Jadi, kalau kamu pakai program lama, bisa aja ada duplikat file konfigurasi di sini, bukan di folder asli Program Files.

Kasus HyperTerminal

HyperTerminal itu resmi “dipensiunkan” sejak Vista, padahal masih kepake banget kalau sering kerja dengan embedded device, misalnya buat komunikasi serial X/Y/Zmodem. Untungnya, file HyperTerminal dari XP masih bisa jalan di Windows 7 (bahkan 64-bit).

Yang perlu kamu copy dari Windows XP adalah:

  • C:\Program Files\Windows NT\hypertrm.exe
  • C:\Program Files\Windows NT\htrn_jis.dll
  • C:\Windows\System32\hypertrm.dll
  • C:\Windows\System32\hticons.dll

Salin file-file ini ke C:\Program Files (x86)\HyperTerminal\ di Windows 7, dan HyperTerminal siap dipakai lagi.

Catatan Penting

  • Kalau simpan session file di folder instalasi, filenya bakal ditulis ulang ke Virtual Store.
  • Kalau bikin shortcut ke session file di luar folder instalasi, seringnya malah muncul prompt bikin session baru setiap buka HT.
  • File transfer via X/Y/Zmodem default-nya juga bakal mendarat di Virtual Store.

Solusi simpel? Install HyperTerminal di folder lain (bukan Program Files), biar akses R/W lebih gampang. Tapi kalau pengen sistem tetap rapi, ya siap-siap kenalan dengan Virtual Store ini.

Minggu, 18 Agustus 2013

Apakah Clean Install Windows 8 Bisa Pulihkan Storage Space?

Jawabannya: iya, bisa kok. Kalau sampai nggak bisa, fitur Storage Spaces di Windows jadi kayak mainan doang 😅.

Bahkan kalau kamu pindahin harddisk Storage Spaces ke PC lain yang pakai Windows 8, seharusnya juga tetap kebaca. (Walau jujur, skenario ini aku belum tes langsung).

Tips Penting Waktu Install Ulang

  • Sebelum mulai install ulang, cabut dulu semua HDD/SSD yang jadi bagian Storage Spaces.
  • Install Windows 8 pakai drive kosong/non Storage Space, biar sistemnya bersih.
  • Setelah Windows 8 selesai terpasang, pastikan semua mass storage controller (SATA/RAID card/dll) udah kebaca normal.
  • Baru deh colok balik semua disk Storage Spaces kamu.

Cara ini bikin risiko error atau konflik jadi lebih kecil. Jadi, intinya: jangan panik, Storage Spaces itu emang didesain biar survive clean install 👍.

Label: ,

Senin, 12 Agustus 2013

Di Mana Sih Windows Mulai Enumerasi Device?

Kalau pernah penasaran: "Windows itu sebenernya mulai ngenalin perangkat (device enumeration) dari mana sih?" Jawabannya ada di registry, tepatnya di:

HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Enum

Semua informasi device yang nyangkut di sistem lo, entah itu PCI\, USB\, atau HID\, ujung-ujungnya berawal dari cabang ControlSet\Enum ini.

Jadi kalau lagi ngulik hardware level rendah atau debugging driver, registry branch ini adalah titik start buat tracking device instance ID.

Label:

Jumat, 22 Februari 2013

Ngeselin banget: Error libtoolize: AC_CONFIG_MACRO_DIR([m4]) conflicts with ACLOCAL_AMFLAGS=-I m4

Pernah dapet error beginian pas ngoprek autotools?
libtoolize: AC_CONFIG_MACRO_DIR([m4]) conflicts with ACLOCAL_AMFLAGS=-I m4

Ternyata masalahnya sepele banget: ada CRLF di file Makefile.am. Jadi si m4<CR> dianggap beda sama m4. Alhasil, libtoolize langsung protes.

Solusinya? Pastikan line ending kamu pake LF, bukan CRLF. Kalau lagi kerja pakai Git, lebih gampang lagi: tambahin file .gitattributes biar nggak salah format.

*.sh     -crlf
*.ac     -crlf
*.am     -crlf

Dengan begitu, file-file penting kayak .sh, .ac, dan .am aman dari drama CRLF vs LF. Jadi nggak bakal kena error ngeselin ini lagi.

Kamis, 14 Februari 2013

Finally, REAL eSATA (alias eSATAp)

Jadi ceritanya ada satu hal yang bikin banyak orang geleng-geleng kepala: eSATA awalnya dirancang buat koneksi harddisk eksternal, tapi nggak dikasih power supply langsung. Lah gimana ceritanya bikin port eksternal tapi tetep butuh adaptor daya terpisah?

Untungnya, ada yang namanya eSATAp (Powered eSATA). Nah ini baru bener, karena selain data, dia juga bisa kasih power langsung. Dengan begitu, mirip kayak USB yang udah ngasih power dari dulu.

Emang mungkin agak telat sih, apalagi USB 3.0 udah keburu populer. Tapi tetep aja, buat transfer data sederhana ke HDD eksternal, eSATAp masih jadi solusi yang straightforward. Cukup pakai bracket + kabel seharga 15 dolar, beres deh.

Intinya: kalau pengen solusi simpel buat HDD eksternal, eSATAp bisa dibilang lebih masuk akal ketimbang ribet-ribet ngandelin adaptor tambahan.